About Me
Halo
Time flies so fast and i was stay here for a long time and also for many times.
I never told you about what is in my mind, because i know you even doesnt care about my feelings.
Kenapa ya aku selalu ngerasa aku adalah pilihan terakhir, dengan kesan bahwa karena saat ini cuma ada aku makanya kita bisa gini ya. Gimana nantinya jika ada orang lain? apa kamu bakal tetap milih aku?
Hal yang menurut kamu harus aku kurangin itu rasa curiga dan cemburunya aku, entah gimana caranya buat jelasin kalau aku takut dan itu bentuk perlindungan diri aku. Aku gamau ditinggal, aku gamau sendiri lagi.
Kenapa aku selalu bersikap begitu? jawabannya karena bahkan orang yang katanya menyukaiku-pun bisa berkhianat, apalagi ini.. apa hubungan kita? aku selalu takut karena kamu mungkin ga pernah menganggap bahwa kamu adalah milik aku.
Saat ini bahkan aku masih mengingat sakitnya, bukan karena aku mencintai orang itu tapi dampak yang ditimbulkannya sebegitu besarnya untuk aku. Aku bahkan ga perduli sama dia dan selingkuhannya itu. Dari semua hal yang menyakitiku hanya 1, pertanyaan apa kurangnya aku? apa salah aku? semua pertanyaan kenapa ini semua terjadi dan kenapa ini terjadi dihidupku.
Semenjak itu, aku bahkan udah ga punya rasa percaya diri buat berharap bahwa aku adalah the only one. Menurutku bahkan seseorang yang mengaku menyukaiku-pun melakukan itu. Bukannya aku ga percaya kamu, aku cuma terkurung dirasa ketakutanku sendiri.
Yang tau ketakutan ku ini cuma Afifah, makanya setiap aku ceritain tentang aku kamu dan kemukinan orang lain itu dia selalu nyuruh aku berhenti, semuanya hanya untuk mengindari aku dari sakit itu lagi.
Lebay keliatannya memang, tapi semuanya terekam dipikiranku, hal yang mentrigger aku buat takut lagi juga kamu lakuin, benar aku gaboleh ngelarang kamu buat berinteraksi sama orang lain dan kamu bilang itu salah satu alasan ketidak jelasan kitakan? biarku beritau keadaanku saat itu.
Dimalam sebelumnya kita masih baik-baik aja dan aku percaya sepenuhnya sama kamu, aku ga pernah nyangka ini kejadian, salahku karena terlalu percaya diri kalau kamu itu milik aku, kenyataannya kamu ga anggep itu.
Waktu aku tau kamu pergi sama dia, ditengah aku capek abis pergi sama apipah, aku tau itu dan yang pertama aku lakuin adalah nangis - menyalahkan diriku sendiri, yang padahal itu diluar kuasa aku ya, terdengar berlebihan, tapi itu menyakitiku.
Itu mendorongku mengingat ketakutanku, dan membunuh rasa percaya diri aku lagi.
Aku ga pernah ngelakuin apapun hal jahat ke cewe itu, sama sekali ngga. Aku bahkan ga melakukan apapun selain mengkonfrontasi kamu. Seperti yang selalu aku bilang, disini semua ini terjadi atas kesadaran kamu. Kenapa ini membunuh rasa percaya diri aku? aku awalnya selalu percaya kamu sayang aku, setelahnya aku kehilangan semua itu, aku jadi mempertanyakan diriku lagi, menyalahkan hal yang bukan salah aku.
Aku mau jelasin keadaan aku, tapi waktu itu kamu udah bilang "ini yang bikin aku mikir lagi buat sama kamu" itu memvalidasi banyak hal. Bahwa kamu ga menganggap aku ini ada. Pertanyaanku hanya 1, apa saat itu kamu ga mikirin aku sama sekali ya? kayanya iya.
Bahkan malam itu kamu lebih banyak ngebela dia kan.
Dan tetap aku akan selalu bilang ke kamu, jika suatu saat nanti kamu ketemu sama orang yang kamu anggap she's the one kamu bilang sama aku ya? jangan biarin aku ngerasa ditinggal lagi.
Hal lucunya aku cuma bisa nulis disini atau nangis ke apipah, tanpa aku punya keberanian buat bilang ini ke kamu, aku terlalu takut sama reaksi kamu.
20/03/2026

Comments
Post a Comment